Judul : Di Selubung Malam
Karya : Rara ayu
Genta waktu berdenting di penghujung hari. Menguntai perih, menjalin syair cinta yang kian lirih. Kubiarkan denyut nadi berjatuhan di sekujur rindu. Kelebat bayang sedemikian abadi dalam ingatanku. Di lelangit harap, kutatap juntaian takdir seliku jalan-jalan persimpangan.
Kau adalah sajak yang dituliskan Tuhan dalam lembar kehidupan. Kita mengeja sederet aksara, melangitkan doa. Hanya ada aku, kau, dan Tuhan; di selubung malam. Merangkai sebait doa menjadi selimut yang kelak menjagamu dari gigil rindu yang merinai melintasi batas-batas waktu.
Di setiap peluh lelah aku berguru, bahwa percuma aku mengeluh tentang jarak. Malam kian pekat, kau pun tak kunjung tiba. Pada sujud terakhir, derai tangis menelagakan sajadahku. Ya Rahman, cinta-Mu muaraku. Enyahlah segala gundah, raiblah seluruh duka nestapa.
__________________________________
Judul : Doa Tak Terbayar
Karya : Rara ayu
Di hadapanmu aku malu-malu
Di hadapan-Nya aku menangis memintamu
Agar suatu saat aku dapat berada satu shaf di belakangmu
Duduk bersimpuh dan menjadi bagian dari doa-doamu
Ketika hari mulai senja
Semua masih terlihat semu
Ketika tubuh semakin renta
Bara usaha berubah menjadi ragu
Haruskah semua dupa kubakar?
Ataukah semua sesaji kulempar
Agar Tuhan berkenan mendengar
Kala jiwaku mulai terkapar
Di bawah guguran awan hitam
Di remang cahaya malam
Airmata berubah hujan; berjatuhan
Aku mengadu tentangmu--kita, di hadapan Tuhan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar