Memories

Selasa, 31 Maret 2015

Kisah Inspirasi

LOVELY DREAM BOOK




Dear,my lovely dream book…
Saat pertama kali kita bertemu,aku dan kamu sama-sama sendiri.Kau bagai sayap-sayap baru untukku.Kau mengisi kesunyian di setiap hariku,Lembar-lembar hatimu menuntunku menemukan jati diriku yang nyata.Kau adalah kebahagiaan,Kau seperti air hujan yang turun,walau hanya sesaat namun meresap ke dalam hati teringat sepanjang masa.Kau adalah makhluk renta yang dimakan waktu.Waktu yang membawa kita pada masa yang berbeda.Apa aku tidak akan pernah sama,jika kelak kita bertemu?
“Flashback..”
Sore itu hujan datang lagi,aku menengadah.Menatapi rinai hujan yang menetesi bumi,kucium aroma basah dan kuhirup angin segarnya.Kurobek sehelai kertas putih dari buku tulis sekolahku,kujadikan perahu lalu kuhanyutkan bersama genangan air hujan.Jalanan di depan rumahku kala itu masih tanah dan bebatuan besar,bila hujan reda pasti banyak genangan air hujan yang tertinggal.Menjadi tempat bermain yang sangat mengasyikkan.Lari-lari kecil dan derap langkah anak-anak seusiaku membuyarkan segelintir mimpi-mimpiku,saat itu usiaku menginjak 6 tahun.Aku bukan anak yang cerdas,aku bukan anak yang cantik dan lucu.Aku berasal dari keluarga sederhana.Aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya mendapat sepatu baru,bagaimana rasanya mendapat tas baru,dengan uang saku 500 perak aku pergi ke sekolah.Sejak kecil aku telah berteman dengan sepi,di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah aku tak punya teman karena aku cenderung pendiam.Ayah dan ibuku adalah wiraswasta,sehingga mereka kurang banyak waktu untukku,namun aku tak pernah menuntut apapun.Aku selalu menerima segala keadaan,aku tahu mereka membanting tulang demi kehidupan sehari-hari dan demi masa depanku.Sayangnya aku adalah anak yang bodoh,aku kurang tanggap dalam pelajaran,nilai matematikaku selalu nol.Nilai menulis dan menggambarku pun hanya enam,sehingga raporku penuh dengan angka merah.Walau ayah dan ibuku tak pernah memarahiku,tetap saja aku malu,malu dengan diriku sendiri yang tak pandai dan tak bisa apa-apa.Aku hanya bisa membaca,membaca apapun yang bisa aku baca.Membaca dan terus membaca,pada jam istirahat dan saat pulang sekolah aku selalu mengisi hari-hariku dengan membaca.Melihat kegemaranku membaca wali kelasku simpati padaku,ia memberiku sebuah buku lama yang tidak lagi terpakai dari perpustakaan,buku sastra Indonesia.Aku sangat gembira,mataku berbinar-binar begitu melihat buku itu,jantungku berdegup kencang ketika menyentuh buku itu.
Kubuka lembar demi lembar buku dengan kertas kusam kecoklatan itu,kuresapi kata demi kata,kalimat demi kalimat,paragraf demi paragraf dan tak pernah ada rasa ingin berhenti hingga satu cerita terselesaikan.Buku sastra Indonesia itu memiliki banyak cerita pendek.Aku sangat menyukainya.Dia adalah kawan pertamaku.Dia mengajarkanku tentang budi pekerti,tolong menolong,menghormati guru,dan juga menceritakan kisah-kisah fabel yang menggemaskan seperti kancil yang cerdik.Begitu banyak hikmah yang kupetik dari setiap cerita.Seiring berjalannya waktu,aku mulai dapat memahami penjelasan dari guru.Nilaiku pun terus membaik,bahkan aku mendapatkan peringkat empat di kelas enam.Suatu hari saat pelajaran bahasa Indonesia kami di beri tugas oleh guru mengarang puisi dengan judul buku.Puisi karyaku mendapat pujian dari guru dan teman-temanku.Ketika guruku sedang menjelaskan di depan kelas tentang buku yang merupakan gudang ilmu,dan kita harus menyayangi buku seperti kekasih hati kita.Aku pun dengan spontan berkata “Kalau begitu....




Ingin tahu kelanjutan kisahku? temukan dalam buku "Kisah aku dan buku" yang dapat di pesan melalui :

Penerbit Fam
Jalan Mayor bismo No 28, Pare,Kediri-Jawa timur
FB         : Penerbit Fam
No Hp   : 081259821511
Website : www.famindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar