LOVELY
DREAM BOOK
Dear,my lovely dream book…
Saat pertama
kali kita bertemu,aku dan kamu sama-sama sendiri.Kau bagai sayap-sayap baru
untukku.Kau mengisi kesunyian di setiap hariku,Lembar-lembar hatimu menuntunku
menemukan jati diriku yang nyata.Kau adalah kebahagiaan,Kau seperti air hujan
yang turun,walau hanya sesaat namun meresap ke dalam hati teringat sepanjang
masa.Kau adalah makhluk renta yang dimakan waktu.Waktu yang membawa kita pada
masa yang berbeda.Apa aku tidak akan pernah sama,jika kelak kita bertemu?
“Flashback..”
Sore itu hujan
datang lagi,aku menengadah.Menatapi rinai hujan yang menetesi bumi,kucium aroma
basah dan kuhirup angin segarnya.Kurobek sehelai kertas putih dari buku tulis
sekolahku,kujadikan perahu lalu kuhanyutkan bersama genangan air hujan.Jalanan
di depan rumahku kala itu masih tanah dan bebatuan besar,bila hujan reda pasti
banyak genangan air hujan yang tertinggal.Menjadi tempat bermain yang sangat
mengasyikkan.Lari-lari kecil dan derap langkah anak-anak seusiaku membuyarkan
segelintir mimpi-mimpiku,saat itu usiaku menginjak 6 tahun.Aku bukan anak yang
cerdas,aku bukan anak yang cantik dan lucu.Aku berasal dari keluarga
sederhana.Aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya mendapat sepatu
baru,bagaimana rasanya mendapat tas baru,dengan uang saku 500 perak aku pergi
ke sekolah.Sejak kecil aku telah berteman dengan sepi,di lingkungan sekolah
maupun lingkungan rumah aku tak punya teman karena aku cenderung pendiam.Ayah
dan ibuku adalah wiraswasta,sehingga mereka kurang banyak waktu untukku,namun
aku tak pernah menuntut apapun.Aku selalu menerima segala keadaan,aku tahu
mereka membanting tulang demi kehidupan sehari-hari dan demi masa
depanku.Sayangnya aku adalah anak yang bodoh,aku kurang tanggap dalam
pelajaran,nilai matematikaku selalu nol.Nilai menulis dan menggambarku pun
hanya enam,sehingga raporku penuh dengan angka merah.Walau ayah dan ibuku tak
pernah memarahiku,tetap saja aku malu,malu dengan diriku sendiri yang tak
pandai dan tak bisa apa-apa.Aku hanya bisa membaca,membaca apapun yang bisa aku
baca.Membaca dan terus membaca,pada jam istirahat dan saat pulang sekolah aku
selalu mengisi hari-hariku dengan membaca.Melihat kegemaranku membaca wali
kelasku simpati padaku,ia memberiku sebuah buku lama yang tidak lagi terpakai
dari perpustakaan,buku sastra Indonesia.Aku sangat gembira,mataku
berbinar-binar begitu melihat buku itu,jantungku berdegup kencang ketika
menyentuh buku itu.
Kubuka lembar demi
lembar buku dengan kertas kusam kecoklatan itu,kuresapi kata demi kata,kalimat
demi kalimat,paragraf demi paragraf dan tak pernah ada rasa ingin berhenti
hingga satu cerita terselesaikan.Buku sastra Indonesia itu memiliki banyak
cerita pendek.Aku sangat menyukainya.Dia adalah kawan pertamaku.Dia
mengajarkanku tentang budi pekerti,tolong menolong,menghormati guru,dan juga
menceritakan kisah-kisah fabel yang menggemaskan seperti kancil yang
cerdik.Begitu banyak hikmah yang kupetik dari setiap cerita.Seiring berjalannya
waktu,aku mulai dapat memahami penjelasan dari guru.Nilaiku pun terus
membaik,bahkan aku mendapatkan peringkat empat di kelas enam.Suatu hari saat
pelajaran bahasa Indonesia kami di beri tugas oleh guru mengarang puisi dengan
judul buku.Puisi karyaku mendapat pujian dari guru dan teman-temanku.Ketika
guruku sedang menjelaskan di depan kelas tentang buku yang merupakan gudang
ilmu,dan kita harus menyayangi buku seperti kekasih hati kita.Aku pun dengan
spontan berkata “Kalau begitu....
Ingin tahu kelanjutan kisahku? temukan dalam buku "Kisah aku dan buku" yang dapat di pesan melalui :
Penerbit Fam
Jalan Mayor bismo No 28, Pare,Kediri-Jawa timur
FB : Penerbit Fam
No Hp : 081259821511
Website : www.famindonesia.com





Tidak ada komentar:
Posting Komentar