Memories

Jumat, 25 Desember 2015

Puisi Aku, Kau, dan Hujan

Judul : Katakan Pada Hujan
Karya : Rara ayu

Katakan pada hujan  yang lahir dari gumpalan rasa terpendam, yang mengabarkan tentang pergumulan musim dan alam. ketika segurat wajah muram melanggamkan nyanyian luka bersama serenade kenangan, katakan ...  bahwa aku menitip puisi malam.

Katakan pada hujan  yang selalu hadir dalam pertemuan kita, ketika butir-butirnya luruh di reranting mahoni tua; merayakan keajaiban puisi cinta kita. Hingga perpisahan mengurai tangisan, Katakan ... bahwa hanya ada aku, kau dan hujan; menyulam keyakinan.

Ini tentangmu dan hujan, maka tak usah risau ketika riuhnya menempiaskan namamu di antara kubangan luka. Di pepucuk kerinduan aku menghikmati sebuah penantian. Sunyi berkelindan di langit-langit ingatan,  menjerat kenangan bersama dedoa yang berdiam di sudut angan.

_________________________________

Judul : Hujan Di Bulan Agustus
Karya : Rara ayu

Mendung di langit agustus
Aroma basah terendus
Sekejap hujan datang menghunus
Rinduku kian pupus

Aku menjumpai pagi berhujan
Kala kita berbagi secangkir cappucino pada meja perjamuan
Menyesap hangat yang lahir dari sekelumit ilusi
Mencecap nikmat ilahi; semesta mengeja puisi

Hujan bak salam pamit pada perpisahan
Secacar rindu menoreh kenangan antara aku, kau dan hujan
Lalu rinduku tak lagi pernah tersampaikan
Musabab rinduku terbiasa berkubang sendirian

Kidung lirih tertinggal di basah dedaunan
Menuntun kembara menuju pemberhentian
Pekik hening melarik kesedihan
Dalam parade sunyi,  menggiring kepergian musim hujan

2 komentar: