Memories

Jumat, 25 Desember 2015

Pembukuan Kelas Menulis Puisi KBM III

Peramu Sunyi
Karya : Rara ayu

Tetes embun memenuh setiap sudut semesta, menjelma cahaya manakala mimpi berubah gulita. Menerbangkan sejumput asa, menguntai mesra desah napas yang terpenjara.

Angin mengembus di sela rindang cemara. Sederet aksara menuntun tatih lemahku menggapai titian atma. Aku mencari kekata dalam dangau sastra tuk menggubah sajak amerta. Bait kurangkup, namun tak kutemukan jua kata tuk menyuarakan cinta.

Aku hanyalah reranting cemara di selasar pagi yang berpijak pada waktu yang entah, jauh tak terjamah. Membasuh luka tiada bersudah. Melelapkan harap pada akar-akar kesunyiannya. Seiring mentari pulas di peraduan. Lalu menambatkan dedoa di negeri yang kunamakan sepi.

__________________________________

Kidung Perindu
Karya : Rara ayu

Sesak membuncah; rebah. Lelah mengurai simpul-simpul tabah pada kekata yang kerap merapal pisah. Aku bertekuk pasrah ketika rindu terasa demikian getas. Mengalirkan kenangan di sela gerimis yang membias.

Aku menyerah pada parasmu; kian memapas, menyerupa klausa yang bertapa di antara tumpukan frasa. Resah berkubang dalam diam, bertalu pada masa silam. Serumpun imaji berjibaku laksana raga dihubung hasta. Dimana aku dan kau berprosa.

Sajak bersenandung menyekap rindu; tanpa dengung, meninggalkan nada-nada murung. Memagut runtun bait-bait sepi yang terlemahkan oleh kidung. Ribuan rapal doa beraksara. Berujung di tingkap rapuh nadir, hingga kehidupan para penyembah dogma berakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar