Memories

Jumat, 25 Desember 2015

Matematika Kehidupan

Ini adalah karya dari ibu Dr.Ir.Hj. Giwo Rubiyanto Wiyogo. M. Pd
MATEMATIKA KEHIDUPAN. 😛

Jika :A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Sama Dengan :1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka :H+A+R+D+W+O+R+K/ Kerja Keras : 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%
K+N+O+W+L+E+D+G+E / Pengetahuan :11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%
L+O+V+E / Cinta :12+15+22+5 = 54%
L+U+C+K / Keberuntungan :12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang membuatnya jadi 100%.
Lalu apa yang membuatnya 100% ..???

Apakah money ..?

NO..!!!M+O+N+E+Y =13+15+14+5+25 = 72%

Leadership ..? NO ..!!!L+E+A+D+E+R+S+H+I+P =12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%

Ternyata yang bisa membuatnya menjadi 100% adalah

"ATTITUDE" / Sikap:
A+T+T+I+T+U+D+E=1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

Maka ATTITUDE / SIKAP BAIK kita dalam menjalani bv dan pekerjaan yang akan membuat hidup kita menjadi 100% sukses ...!!

Kebetulan atau tidak tapi itulah matematikanya.
Jangan dibawa serius.

Salam Sukses

Pembukuan Kelas Menulis Puisi KBM III

Peramu Sunyi
Karya : Rara ayu

Tetes embun memenuh setiap sudut semesta, menjelma cahaya manakala mimpi berubah gulita. Menerbangkan sejumput asa, menguntai mesra desah napas yang terpenjara.

Angin mengembus di sela rindang cemara. Sederet aksara menuntun tatih lemahku menggapai titian atma. Aku mencari kekata dalam dangau sastra tuk menggubah sajak amerta. Bait kurangkup, namun tak kutemukan jua kata tuk menyuarakan cinta.

Aku hanyalah reranting cemara di selasar pagi yang berpijak pada waktu yang entah, jauh tak terjamah. Membasuh luka tiada bersudah. Melelapkan harap pada akar-akar kesunyiannya. Seiring mentari pulas di peraduan. Lalu menambatkan dedoa di negeri yang kunamakan sepi.

__________________________________

Kidung Perindu
Karya : Rara ayu

Sesak membuncah; rebah. Lelah mengurai simpul-simpul tabah pada kekata yang kerap merapal pisah. Aku bertekuk pasrah ketika rindu terasa demikian getas. Mengalirkan kenangan di sela gerimis yang membias.

Aku menyerah pada parasmu; kian memapas, menyerupa klausa yang bertapa di antara tumpukan frasa. Resah berkubang dalam diam, bertalu pada masa silam. Serumpun imaji berjibaku laksana raga dihubung hasta. Dimana aku dan kau berprosa.

Sajak bersenandung menyekap rindu; tanpa dengung, meninggalkan nada-nada murung. Memagut runtun bait-bait sepi yang terlemahkan oleh kidung. Ribuan rapal doa beraksara. Berujung di tingkap rapuh nadir, hingga kehidupan para penyembah dogma berakhir.

Puisi Sahabat

Juara 2 Event Puisi Korekgraphy

Kisah Secarik Kertas
Karya : Rara ayu

Secarik kertas menunggu pena dengan wajah gelisah
Mengurai sajak, berkisah tentang segala ceria dan kesah
Kala kita berlari menebas waktu; membaringkan harapan
Kala kita menapaki pematang; meninggalkan jejak kenangan

Sahabat ...
Dingin telah merambat
Resahku bergulat
Meringkuk dalam ruang waktu yang kiat pekat

Hitam dan putih tak pernah beriringan
Malam dan siang tak pernah berpapasan
Layang-layang melayang ketika langit biru menyapa awan
Kau dan aku telah berjanji untuk terbang bebas mengejar mimpi di ketinggian

Tiada yang lebih bahagia, ketika kau berkabar bahwa rindu selalu terpelihara dalam do'a
Tiada yang lebih indah, selain tersenyum untuk setitik kenangan kita di atas secarik kertas

Puisi Nestapa Daun

Terasing
Karya : Rara ayu

Daun-daun menguning, gugur diterpa angin yang memapah
Melarung bimbang, jatuh dipelukan tanah
Rebah dalam ejaan rimbunan gelisah, bersujud menunaikan resah
Lalu berserak diinjak-injak; menyampah

Melayang daun di ranting patah,  terembus senandung lirih
Meringkih dibentur nestapa, menjerit terbentuk perih
Kilas bayang lalu tertegun membisu, campakkan raga membiru
Samar memoar tak lekang berseru

Aku hanya dedaun kering yang terasing, di mana pohon tak lagi mau memungutku
Meranggas, jatuh terkulai dipangku bumi dan rapuh
Mengusap wajah bumi, melukisi kanvas hidup dengan warna neraka
Anak-anak angin bercengkerama, merimbun di sudut telaga; berbuah luka

Haruskah aku berdamai dengan gulita, kala angin berbisik di hutan cemara
Dimana hidupku gulana, tiada satu pun lentera
Senja nampak muram bagai hatiku yang remuk redam
Berharap pelangi hiasi hari, lalu pergi tinggalkan asa yang suram

__________________________________

Bejana Rindu
Karya : Rara ayu

Aku menulis sejuta puisi tentangmu, dibingkai nuansa indahnya hutan cemara. Saat kita mengabadikan waktu, diselimuti kabut warna kelabu Jantungku berdebar, bak dawai gitar kehabisan nada. Seperti irama yang lantunkan rindu.

Cintaku menghampar laksana dedaunan di hutan cemara nan luas. Indah laksana senja di langit yang tiada batas. Di selendang temaram, jingga langit sedukan kalbu, alunan lagu mendayu pilu. Tahukah kau jika aku merindu?

Gemerisik daun menyapaku di antara musim yang tak menentu. Ilalang membisu, menatap kosong langit yang tersaput mendung. Liuk kamboja menadah embun yang bergelayut di basah daun. Nestapa riuh mengalun, mendekap sepi di gigil rindu.

Bulir-bulir air mata menetes dari ceruk mataku, agar kau lihat betapa sepi mampu membunuhku. Getas ranting kenangan menjelma daun kering, dibawa angin pada sebuah subuh yang hening. Membebat luka nganga di suwung semesta. Bejana rindu telah retak, kini kita coba menepis jarak, didera waktu yang terus berdetak.

Puisi Aku, Kau, dan Tuhan

Judul : Di Selubung Malam
Karya : Rara ayu

Genta waktu berdenting di penghujung hari. Menguntai perih, menjalin syair cinta yang kian lirih. Kubiarkan denyut nadi berjatuhan di sekujur rindu. Kelebat bayang sedemikian abadi dalam ingatanku. Di lelangit harap, kutatap juntaian takdir seliku jalan-jalan persimpangan.

Kau adalah sajak yang dituliskan Tuhan dalam lembar kehidupan. Kita mengeja sederet aksara, melangitkan doa. Hanya ada aku, kau, dan Tuhan; di selubung malam. Merangkai sebait doa menjadi selimut yang kelak menjagamu dari gigil rindu yang merinai melintasi batas-batas waktu.

Di setiap peluh lelah aku berguru, bahwa percuma aku mengeluh tentang jarak. Malam kian pekat, kau pun tak kunjung tiba. Pada sujud terakhir, derai tangis menelagakan sajadahku. Ya Rahman, cinta-Mu muaraku. Enyahlah segala gundah, raiblah seluruh duka nestapa.

__________________________________

Judul : Doa Tak Terbayar
Karya : Rara ayu

Di hadapanmu aku malu-malu
Di hadapan-Nya aku menangis memintamu
Agar suatu saat aku dapat berada satu shaf di belakangmu
Duduk bersimpuh dan menjadi bagian dari doa-doamu

Ketika hari mulai senja
Semua masih terlihat semu
Ketika tubuh semakin renta
Bara usaha berubah menjadi ragu

Haruskah semua dupa kubakar?
Ataukah semua sesaji kulempar
Agar Tuhan berkenan mendengar
Kala jiwaku mulai terkapar

Di bawah guguran awan hitam
Di remang cahaya malam
Airmata berubah hujan; berjatuhan
Aku mengadu tentangmu--kita, di hadapan Tuhan

Puisi Aku, Kau, dan Hujan

Judul : Katakan Pada Hujan
Karya : Rara ayu

Katakan pada hujan  yang lahir dari gumpalan rasa terpendam, yang mengabarkan tentang pergumulan musim dan alam. ketika segurat wajah muram melanggamkan nyanyian luka bersama serenade kenangan, katakan ...  bahwa aku menitip puisi malam.

Katakan pada hujan  yang selalu hadir dalam pertemuan kita, ketika butir-butirnya luruh di reranting mahoni tua; merayakan keajaiban puisi cinta kita. Hingga perpisahan mengurai tangisan, Katakan ... bahwa hanya ada aku, kau dan hujan; menyulam keyakinan.

Ini tentangmu dan hujan, maka tak usah risau ketika riuhnya menempiaskan namamu di antara kubangan luka. Di pepucuk kerinduan aku menghikmati sebuah penantian. Sunyi berkelindan di langit-langit ingatan,  menjerat kenangan bersama dedoa yang berdiam di sudut angan.

_________________________________

Judul : Hujan Di Bulan Agustus
Karya : Rara ayu

Mendung di langit agustus
Aroma basah terendus
Sekejap hujan datang menghunus
Rinduku kian pupus

Aku menjumpai pagi berhujan
Kala kita berbagi secangkir cappucino pada meja perjamuan
Menyesap hangat yang lahir dari sekelumit ilusi
Mencecap nikmat ilahi; semesta mengeja puisi

Hujan bak salam pamit pada perpisahan
Secacar rindu menoreh kenangan antara aku, kau dan hujan
Lalu rinduku tak lagi pernah tersampaikan
Musabab rinduku terbiasa berkubang sendirian

Kidung lirih tertinggal di basah dedaunan
Menuntun kembara menuju pemberhentian
Pekik hening melarik kesedihan
Dalam parade sunyi,  menggiring kepergian musim hujan

Puisi Kemerdekaan

Juara 2 Kelas Menulis Puisi KBM

Judul : Roman Agustus 
Karya : Rara ayu

Riuh gempita menembus batas nirwana
Tiang pancang menukik ranah; canangkan dwiwarna
Berderak-derak mencabar pilar-pilar griya
Sayupan angin mengalunkan "Indonesia raya"

Di bumi persada
Aku teguh berdiri takzim
Cipta hening dalam dada
Busungkan kilau lencana garuda

Panji-panji menyapa baskara
Lima dasar pembangun negeri mengangkasa
Satukan suku budaya dan bahasa
Rengkuh kemerdekaan hakiki republik Indonesia

Sang saka belum jua letih berkibar
Menanti jiwa-jiwa patriotisme berkobar
Menyaksikan kawula muda berikrar
Hingga habis usia cakrawala

Wahai, kawula muda
Kobarkan semangat juangmu
Merdekaaaaaaaaa ...!
17 agustus tahun 1945; hari lahirnya bangsa kita

-------------------------------

Judul : Aksara Merdeka
Karya : Rara ayu

Merdeka dalam goresan aksara
Kertas putih dirembesi tinta
Keindahan yang tak akan sirna
Tak akan rebah dimamah sejarah
Gema cita tumpah ruah,hentikan sejenak sorak sorai perayaan
Dapatkah kau temukan keadilan di mata dunia?
Di tengah lalu lalang bandar-bandar ekstasi
Di tengah lalu lalang bandot-bandot korupsi
Apalah daya seorang pegiat sastra literasi ...
hanya mampu berdeklamasi ...
Wahai,saudara setanah air!
Sudikah kau berikan sejengkal tempat pada tunawisma?
Sudikah kau bacakan nalam ini pada tunaaksara?
Aku butuh jawaban,bukan umpatan
Nalam-nalam pelan-pelan hilang
Nalam-nalam dalam deklamasi kematian
Nalam-nalam yang mengisyaratkan arti merdeka
Ya, aku merdeka ...
Aku merdeka ...
Namun hanya dalam goresan aksara

Puisi Kembalikan Biru Langitku

Melawan Asap
Oleh : Rara ayu

Tak setetes pun air turun dari langit sumatra. Setiap detik seakan siap menukik netra; menuai era. Tarian asap itu menghias pandangan retina. Menangkap nanar serpihan asa yang berserak tanpa makna. Pada selembar sajak haru, butiran partikel debu menguliti paru. Memintal tetes peluh menjadi keluh. Berharap rasa sesak segera meluruh. Rintihan sedih mengaduh kelu, hingga kalbu terasa bisu.

Remah gemulai kabut telah terbuai pendar cakrawala di ujung persimpangan waktu. Meretas segala batas pijakan kaki, untuk meneruskan napas kehidupan. Perih membuncah tiada henti. Lelah kian menggurat pasti. Namun bergerak untuk perubahan ialah suatu keharusan. Melawan kesakitan yang terus terabaikan. Ketika mimpi-mimpi ribuan jiwa menggantung pada gumpalan awan. Kemudian ia akan turun bersama hujan yang entah kapan.

Wahai Tuan berdasi merah, kapankah kau singgah? Sekadar menginjak gubuk rakyatmu dengan sumpah serapah. Lalu biarkan anak-anak bumi mati berkalang tanah. Berlumur darah; basah. Ataukah kau terlalu sibuk melengkapi obituari kebohongan janji pada jasad-jasad kami di hadapan Tuhan? Kembalikan biru langit Kalimantan yang kini enggan berkarib. Kedamaian telah raib. Dihunus kekuasaan selayak belati berkarat. Ia meranggas pertiwi; kian sekarat. Di bawah kepungan awan hitam aksara negeriku tersayat-sayat. Asap Riau hantarkan suara tangis rakyat. Tuan, apakah kau tuli?

#SaveRiau
#SaveKalimantan
#SaveDaerahBerasap

Kamis, 28 Mei 2015

Puisi Cinta Islami

TAKDIR CINTA
Oleh : Rara ayu kusuma dewi

Ada sebuah nama yang selalu merasuki pikiranku
Ada seraut wajah yang kerap mengganggu tidur malamku
Ada rayuan manis yang gemar mencuri senyum manisku
Rasa ini kian menyesakkan imanku

Aku termangu ...
Aku berpijak pada rapuh imanku
Aku melangkah di antara fatamorgana dunia
Aku berlari di antara lautan manusia

Ya illahi rabbi ...
Tiada kata terindah selain nama-Mu
Terangi gelap jalanku dalam menggapai madah cinta-Mu
Jangan biarkan aku terhanyut dalam cinta selain-Mu

Lembaran hati ini kini tak berpenghuni
Hancurkan asa yang tak beralaskan hati nurani
Acuhkan lingkar cinta suci di balik tirani
Karena yang kuinginkan hanyalah cinta yang berlandaskan islami

Ya illahi rabbi ...
Apakah ia juga bercerita tentangku pada-Mu?
Bila ia memang takdir cinta dari-Mu
Maka pertemukanlah kami di pelataran jannah-Mu




Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Majelis Pena Inspirasi Cabang Sidoarjo yang telah memilih karya saya sebagai Juara 1 atau karya terbaik pada event cipta puisi cinta islami yang diselenggarakan secara online. Semoga dapat diterima oleh pembaca.

Sayembara Cerpen Puisi Negeri Kertas

Khusus Kab.Sikka NTT / Sayembara Cerpen Puisi Negeri Kertas / 
DL: 24 Juni 2015

Akan diperpanjang hingga mencapai kuota minimal 20 peserta yang mengirimkan karya
Sayembara ini dikelola oleh PJNK: Rara ayu / Ayu kusuma dewi
Judul Buku: SENANDUNG AKSARA Di TANA SIKKA (NUSA TENGGARA TIMUR)
Kirimkan karya ke email: ayu.andira289@gmail.com
Contact: 081236689989
Alamat pengiriman karya: inbox facebook fileski fileski
1. Kirimkan kalimat "Aku Ikut Sayembara CPNK" ke inbox facebook Fileski Fileski
2. Follow twitter @fileski_ dan mention dengan kalimat "Aku Ikut Sayembara CPNK"
3. Tentukanlah pilihan ingin menulis Puisi atau Cerpen, satu orang peserta hanya diperbolehkan mengirim salah satu cerpen atau puisi:
Cerpen ditulis dalam format Ms. Word, A4, TNR font 12 spasi 1,5 margin normal, maksimal 5 halaman,
Puisi ditulis dalam format Ms. Word, A4, TNR font 12 spasi 1,5 margin normal, maksimal boleh mengirimkan 5 puisi, setiap puisi maksimal 40 baris
4. Puisi atau Cerpen yang ditulis terinspirasi dari salah satu lagu Fileski yang tersedia dalam link berikut ini: http://goo.gl/Rtzcfc (download mp3)
Cantumkan judul lagu inspirasi di akhir cerita, seperti ini “Karya ini terinspirasi dari lagu Fileski yang berjudul ………”
5. Sertakan biodata singkat berisi narasi perjalanan kepenulisan anda, nama asli atau nama pena, nomer hp (sms/wa), akun facebook, akun twitter, dsb.
6. Kirim naskah puisi/cerpen dan biodata dalam satu file doc microsoftword (tidak terpisah). Kirimkan naskah dalam bentuk lampiran (attachment), format nama file: Nama Penulis – Judul Lagu Inspirasi – Cerpen/Puisi (perlu diperhatikan, karena kesalahan banyak terletak di sini)
7. Naskah merupakan karya asli penulis, tidak mengandung unsur SARA, dll.
8. Copas info ini ke note FB peserta dan tag ke minimal 15 teman FB, usahakan termasuk Facebook Fileski dan Facebook Penerbit , atau share info ini di Twittermu dan mention @fileski_ dan twitter penerbit.
9. Jika telah terkumpul minimal 20 peserta sayembara yang mengirimkan karya, selanjutnya akan diadakan seleksi untuk mencari 1 juara cerpen terbaik dan 1 juara puisi terbaik.
10. 20 hingga 25 naskah yang lolos seleksi akan dibukukan (menyesuaikan), pengumuman peserta yang naskahnya lolos seleksi selambatnya dua minggu setelah deadline, diumumkan secara serempak di web www.negerikertas.com, web penerbit, akun facebook fileski fileski, facebook penerbit, twitter, dan medsos lainnya. Jika peserta yang karyanya lolos seleksi (kontributor) ingin membeli buku terbitan yang memuat karyanya, maka akan mendapatkan diskon 10% dari harga normal buku.
HADIAH SAYEMBARA
Untuk juara cerpen dan puisi terbaik, masing-masing mendapatkan:
Paket penerbitan senilai Rp 150.000 dari penerbit
Sertifikat Juara Terbaik (puisi/cerpen)
Kitab Puisi Negeri Kertas karya Fileski
CD album musik Fileski
Segala pertanyaan mengenai sayembara ini silahkan hubungi PJNK

Minggu, 26 April 2015

Puisi Free Sex

 
 
Ini adalah salah satu puisi saya yang berhasil mengantongi juara 3 pada acara talk show seputar free sex.


Judul : Harga Remaja
Tema : Free sex
Oleh. : Rara ayu kusuma dewi

Dunia tengah berduka
Waktu kian larut dalam kehidupan masa kini para remaja
Kala ego dan gengsi mengalahkan logika
Kala mereka merasa bagai seorang raja

Dimana harga remaja? Lupa akan harga diri
Lupa akan jati diri
Tak peduli nasehat guru dan orang tua
Tak pahami betapa rasa khawatirnya orang tua

Kenikmatan dunia menjerat mata
Membawa mereka terseok-seok dalam lembah nista
Pergaulan bebas kian bergelora mengoyak sukma
Akankah berakhir hingga tiba karma?

Jiwa-jiwa nelangsa teteskan bulir bening dari sudut retina
Hanyalah air mata penyesalan yang jatuh tak bermakna
Hanyalah rasa kelam yang akan menemani
Hanyalah rasa malu yang akan mengamini

Wahai para remaja,jagalah harga diri kita
Agar kita dipandang mulia
Wahai para remaja,jagalah kehormatan kita
Agar hidup kita senantiasa penuh cinta

Entah kapan ini akan berakhir
Bukankah remaja ialah harapan bangsa?
Say no to sex ! Obati luka yang tersisa
Sebelum jiwamu mati berselubung dosa.

20 April 2015

Sasaran pendengar : Remaja
Pesan moral : free sex adalah kenikmatan dunia yang sementara. Maka katakan tidak pada free sex karena ia hanya akan menciptakan penyesalan hidup yang mendalam. Gunakan masa remajamu untuk kegiatan positif. Masa kalah sama pengarang puisi yang udh tua ini (21-22 thn).



Semoga sosialisasi free sex lebih sering diadakan.
Penyelenggara event : Unipa
Sponsor event : Gramedia,Telkomsel, dan BRI

Pamer itu prestasi dong gaess.. Jangan pamer materi melulu. :p

Selasa, 31 Maret 2015

Kisah Inspirasi

LOVELY DREAM BOOK




Dear,my lovely dream book…
Saat pertama kali kita bertemu,aku dan kamu sama-sama sendiri.Kau bagai sayap-sayap baru untukku.Kau mengisi kesunyian di setiap hariku,Lembar-lembar hatimu menuntunku menemukan jati diriku yang nyata.Kau adalah kebahagiaan,Kau seperti air hujan yang turun,walau hanya sesaat namun meresap ke dalam hati teringat sepanjang masa.Kau adalah makhluk renta yang dimakan waktu.Waktu yang membawa kita pada masa yang berbeda.Apa aku tidak akan pernah sama,jika kelak kita bertemu?
“Flashback..”
Sore itu hujan datang lagi,aku menengadah.Menatapi rinai hujan yang menetesi bumi,kucium aroma basah dan kuhirup angin segarnya.Kurobek sehelai kertas putih dari buku tulis sekolahku,kujadikan perahu lalu kuhanyutkan bersama genangan air hujan.Jalanan di depan rumahku kala itu masih tanah dan bebatuan besar,bila hujan reda pasti banyak genangan air hujan yang tertinggal.Menjadi tempat bermain yang sangat mengasyikkan.Lari-lari kecil dan derap langkah anak-anak seusiaku membuyarkan segelintir mimpi-mimpiku,saat itu usiaku menginjak 6 tahun.Aku bukan anak yang cerdas,aku bukan anak yang cantik dan lucu.Aku berasal dari keluarga sederhana.Aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya mendapat sepatu baru,bagaimana rasanya mendapat tas baru,dengan uang saku 500 perak aku pergi ke sekolah.Sejak kecil aku telah berteman dengan sepi,di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah aku tak punya teman karena aku cenderung pendiam.Ayah dan ibuku adalah wiraswasta,sehingga mereka kurang banyak waktu untukku,namun aku tak pernah menuntut apapun.Aku selalu menerima segala keadaan,aku tahu mereka membanting tulang demi kehidupan sehari-hari dan demi masa depanku.Sayangnya aku adalah anak yang bodoh,aku kurang tanggap dalam pelajaran,nilai matematikaku selalu nol.Nilai menulis dan menggambarku pun hanya enam,sehingga raporku penuh dengan angka merah.Walau ayah dan ibuku tak pernah memarahiku,tetap saja aku malu,malu dengan diriku sendiri yang tak pandai dan tak bisa apa-apa.Aku hanya bisa membaca,membaca apapun yang bisa aku baca.Membaca dan terus membaca,pada jam istirahat dan saat pulang sekolah aku selalu mengisi hari-hariku dengan membaca.Melihat kegemaranku membaca wali kelasku simpati padaku,ia memberiku sebuah buku lama yang tidak lagi terpakai dari perpustakaan,buku sastra Indonesia.Aku sangat gembira,mataku berbinar-binar begitu melihat buku itu,jantungku berdegup kencang ketika menyentuh buku itu.
Kubuka lembar demi lembar buku dengan kertas kusam kecoklatan itu,kuresapi kata demi kata,kalimat demi kalimat,paragraf demi paragraf dan tak pernah ada rasa ingin berhenti hingga satu cerita terselesaikan.Buku sastra Indonesia itu memiliki banyak cerita pendek.Aku sangat menyukainya.Dia adalah kawan pertamaku.Dia mengajarkanku tentang budi pekerti,tolong menolong,menghormati guru,dan juga menceritakan kisah-kisah fabel yang menggemaskan seperti kancil yang cerdik.Begitu banyak hikmah yang kupetik dari setiap cerita.Seiring berjalannya waktu,aku mulai dapat memahami penjelasan dari guru.Nilaiku pun terus membaik,bahkan aku mendapatkan peringkat empat di kelas enam.Suatu hari saat pelajaran bahasa Indonesia kami di beri tugas oleh guru mengarang puisi dengan judul buku.Puisi karyaku mendapat pujian dari guru dan teman-temanku.Ketika guruku sedang menjelaskan di depan kelas tentang buku yang merupakan gudang ilmu,dan kita harus menyayangi buku seperti kekasih hati kita.Aku pun dengan spontan berkata “Kalau begitu....




Ingin tahu kelanjutan kisahku? temukan dalam buku "Kisah aku dan buku" yang dapat di pesan melalui :

Penerbit Fam
Jalan Mayor bismo No 28, Pare,Kediri-Jawa timur
FB         : Penerbit Fam
No Hp   : 081259821511
Website : www.famindonesia.com

Senin, 16 Maret 2015

Puisi Akrostik Dari Sahabat



PURNAMA
Oleh : Muhammad David

Aku di sini rindukan purnama
Yang bersinar pada malam
Untukmu ku sampaikan rinduku

Kapan engkau datang,duhai purnama?
Untukmu kutitip pesan
Supaya lekas engkau datang
Untukmu juga ku bertanya
Masihkah kau mau sinari aku?
Aku yang selalu inginkan cahayamu

Dan aku pun tahu hadirmu
Entah berapa lama tahannya
Waktu yang akan tentukan
Inginku selalu cahayamu

07 Maret 2015 10.14 pm

Terima kasih untuk sahabat penaku Muhammad David.Bila teman-teman juga menginginkan puisi akrostik nama kalian bisa menghubungi sahabat saya di facebook Muhammad Dávïd Al-Thomas'Edison.

;RaKuadrat

 


Piagam Karya Ilmiah

SERTIFIKAT MENULIS YANG PERTAMA





Inilah sertifikat menulis pertama yang aku dapatkan pada 6 tahun silam ketika aku masih duduk di bangku kelas 2 IPA 1 di SMA Negri 1 di kotaku dalam ajang kontes inovator muda.Yaitu menulis karya ilmiah dengan tema "PENGARUH PERUBAHAN IKLIM DAN PEMANASAN GLOBAL PADA PENGELOLAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM TERKAIT DI INDONESIA".Ajang ini diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Lembaga Kelautan.Pada waktu itu aku sangat antusias,bersama 2 temanku membentuk sebuah kelompok untuk mewakili sekolah guna mengikuti ajang menulis karya ilmiah tersebut dan alhamdulillah karya ilmiah kami masuk sebagai karya ilmiah terbaik 4.Selain itu kelompokku juga mendapat juara 3 dalam lomba cerdas cermat yang juga diselenggarakan oleh LIPI pada waktu yang bersamaan.Dengan ini aku mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan membuat kedua orang tuaku bangga atas prestasiku.Aku juga berkesempatan bertemu dengan Presenter Prita Laura dan Nadine Candrawinata.Ini menjadi kebanggaan tersendiri dan kenangan indah di usia remajaku.

Well,sekarang usiaku 21 tahun,sarjana informatika Lulusan Akademi Manajemen Informatika Komputer Mataram.Kini aku telah bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri.Aku ingin mengajak seluruh generasi penerus bangsa khususnya remaja Indonesia untuk mengisi waktu remajanya dengan kegiatan positif.Mari membuat prestasi dan menjadi kebanggaan orang tua dan negara.

Bila ingin sharing denganku,kunjungi twitter @ayu_andirhaa

SALAM KARYA

RaKuadrat

Rabu, 04 Maret 2015

Tips Kecantikan



Cara Alami Cerahkan Kulit Wajah dengan Kentang


Ingin punya kulit wajah lebih cerah dan bersih? Tak perlu biaya mahal kok untuk mendapatkan kulit wajah indah impian Anda. Dengan bahan-bahan alami, Anda bisa mendapatkan kulit wajah yang lebih cerah. Salah satunya adalah dengan menggunakan kentang.

Dilansir dari everydaylife.globalpost.com, kentang, selain dikonsumsi juga bisa digunakan untuk mencerahkan dan meratakan warna kulit wajah. Jika Anda khawatir dengan risiko berbahaya atau efek samping dari produk-produk kecantikan yang dijual di pasaran, Anda bisa coba alternatif dengan kentang ini. Untuk lebih jelasnya, yuk langsung simak uraian lengkapnya di bawah ini.




  • Bersihkan Kentang

    Kupas kentang. Hilangkan kotoran yang menempel dengan air dingin hingga bersih.
  • Parut Kentang

    Setelah dicuci bersih, parut kentang. Baru hancurkan dengan potato masher. Jika tak memiliki alat penghancur kentang, Anda bisa menggunakan garpu untuk menghancurkan kentang hingga menjadi pasta. Atau bisa juga dihancurkan dengan blender.
  • Gunakan sebagai Masker

    Bersihkan wajah Anda, lalu keringkan. Oleskan pasta kentang ke kulit wajah Anda. Hati-hati jangan sampai terkena mata. Diamkan selama 20 menit.
  • Bilas dengan Air Hangat-Hangat Kuku

    Setelah 20 menit, bilas wajah Anda dengan air hangat-hangat kuku. Lalu keringkan dengan handuk kering.
Anda bisa menggunakan masker kentang ini setiap hari atau dua kali sehari. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, jangan lupa untuk membersihkan wajah dengan scrub ya, Ladies. Agar sel-sel kulit mati bisa terangkat dan kulit jadi lebih kinclong.

Dongeng Ratu Lebah

Sang Ratu Lebah

Putra kedua raja ‘sekali pergi mencari petualangan, dan jatuh ke jalan, liar kacau hidup, sehingga mereka tidak pernah pulang lagi. Yang termuda, yang disebut bodoh, berangkat untuk mencari saudara-saudaranya, tetapi ketika panjang lebar ia menemukan mereka, mereka mengejek dia untuk berpikir bahwa ia dengan kesederhanaan itu bisa melewati dunia, ketika mereka berdua tidak bisa membuat jalan mereka, namun yang begitu banyak pintar.Mereka semua tiga perjalanan jauh bersama, dan datang ke sebuah bukit semut. Yang tua dua ingin menghancurkannya, untuk melihat semut kecil merayap tentang ketakutan mereka, dan membawa telur mereka pergi, tapi bodoh mengatakan, biarkan makhluk dalam damai, saya tidak akan memungkinkan Anda untuk mengganggu mereka.Lalu mereka pergi dan seterusnya dan datang ke sebuah danau, di mana sejumlah besar bebek sedang berenang. Dua bersaudara ingin menangkap pasangan dan panggang mereka, tetapi bodoh tidak akan mengizinkannya, dan berkata, biarkan makhluk dalam damai, saya tidak akan membiarkan kamu untuk membunuh mereka.Akhirnya mereka datang ke sarang lebah, di mana di sana ada madu begitu banyak sehingga kehabisan batang pohon di mana itu. Kedua ingin membuat api di bawah pohon, dan mati lemas lebah untuk mengambil madu, tetapi bodoh lagi menghentikan mereka dan berkata, biarkan makhluk dalam damai, saya tidak akan memungkinkan Anda untuk membakar mereka.





Akhirnya tiga bersaudara tiba di sebuah kastil di mana kuda batu berdiri di istal, dan tidak ada manusia yang terlihat, dan mereka berkeliling ke semua ruang sampai, cukup di akhir, mereka datang ke sebuah pintu di mana tiga kunci. Di tengah pintu, bagaimanapun, ada sebuah jendela kecil, melalui mana mereka bisa melihat ke dalam ruangan. Di sana mereka melihat seorang pria abu-abu kecil yang sedang duduk di sebuah meja. Mereka memanggilnya, sekali, dua kali, tapi dia tidak mendengar, akhirnya mereka memanggilnya untuk ketiga kalinya, ketika ia berdiri, membuka kunci, dan keluar. Dia mengatakan apa-apa, melainkan dilakukan mereka ke meja mahal-penyebaran, dan ketika mereka habis makan dan minum, ia mengambil masing-masing untuk kamar tidur.Keesokan paginya orang abu-abu kecil datang ke tertua, memberi isyarat kepadanya, dan melakukan dia ke meja batu, yang di atasnya tertulis tiga tugas, oleh kinerja yang benteng bisa dibebaskan dari pesona.Yang pertama adalah bahwa di hutan, di bawah lumut, berbaring mutiara sang putri, seribu jumlahnya, yang harus diambil, dan jika matahari terbenam satu mutiara yang hilang, ia yang mencari mereka akan berubah menjadi batu. Anak tertua pergi ke sana, dan berusaha sepanjang hari, tetapi ketika itu berakhir, dia hanya menemukan seratus, dan apa yang tertulis di atas meja menjadi kenyataan, dan ia berubah menjadi batu. Hari berikutnya, si tengah melakukan petualangan, tapi tidak berjalan jauh lebih baik dengan dia daripada dengan yang tertua, ia tidak menemukan lebih dari dua ratus mutiara, dan telah diubah menjadi batu. Akhirnya tiba giliran bodoh untuk mencari dalam lumut, tetapi begitu sulit baginya untuk menemukan mutiara, dan ia naik sangat lambat, bahwa ia duduk di batu, dan menangis. Dan sementara dia duduk dengan demikian, raja semut yang hidupnya ia pernah disimpan, datang dengan lima ribu semut, dan tak lama makhluk kecil telah mendapat semua mutiara bersama, dan meletakkan mereka tersungkur.




Tugas kedua, bagaimanapun, adalah untuk mengambil keluar dari danau kunci dari tempat tidur ruang-putri raja itu. Ketika bodoh datang ke danau, bebek-bebek yang telah disimpan, berenang mendekati dia, menukik ke bawah, dan membawa kuncinya keluar dari air.Tapi tugas ketiga adalah yang paling sulit, dari antara anak perempuan tidur tiga raja adalah yang termuda dan terkasih yang akan dicari. Mereka, bagaimanapun, mirip satu sama lain tepat, dan hanya dibedakan oleh mereka telah melahap daging manis yang berbeda sebelum mereka tertidur, yang tertua sedikit gula, sirup sedikit kedua, dan sesendok bungsu dari madu.Kemudian ratu lebah, yang bodoh telah dilindungi dari api, datang dan mencicipi bibir dari ketiga, dan akhirnya dia tetap duduk di mulut yang telah makan madu, dan dengan demikian anak raja diakui sang putri benar. Kemudian pesona sudah berakhir, segala sesuatu disampaikan dari tidur, dan mereka yang telah berubah menjadi batu yang diterima sekali lagi persekutuan alam.Bodoh menikah dengan putri termuda dan paling manis, dan setelah kematian ayahnya menjadi raja, dan kedua saudaranya menerima dua saudara perempuan lainnya.